PATI, suarakabar.co.id – DPRD bersama Pemerintah Kabupaten di Kabupaten Pati menyepakati rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Dokumen tersebut akan menjadi peta pembangunan daerah selama lima tahun ke depan, dengan penekanan pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, menyebut sejumlah bidang strategis harus menjadi prioritas dalam penyusunan program pembangunan. Menurutnya, layanan dasar bagi masyarakat tidak boleh terabaikan meski daerah menghadapi keterbatasan anggaran.
“Pendidikan dan kesehatan tetap harus menjadi perhatian utama karena itu kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Selain layanan dasar, Hardi juga menyoroti persoalan infrastruktur yang berkaitan dengan penanganan banjir. Ia menilai sejumlah wilayah di Pati masih kerap terdampak banjir setiap musim hujan.
Beberapa kecamatan seperti Sukolilo, Kayen, dan Gabus disebut hampir selalu mengalami genangan ketika curah hujan tinggi.
“Pembangunan infrastruktur untuk pengendalian banjir harus dipacu, terutama di Kayen dan kecamatan lain yang rutin terdampak,” katanya.
Hardi berharap penyusunan RPJMD tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi juga diikuti dengan peningkatan alokasi anggaran agar program-program strategis dapat dijalankan secara optimal.
Menurutnya, tanpa dukungan pendanaan yang memadai, berbagai rencana pembangunan berisiko tidak berjalan maksimal.
Kesepakatan rancangan awal RPJMD ini menjadi tahap awal sebelum dokumen tersebut dibahas lebih rinci dalam proses selanjutnya. DPRD berharap perencanaan pembangunan lima tahun ke depan benar-benar mampu menjawab persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.
“Kami berharap RPJMD yang dibahas ini bisa ditindaklanjuti oleh Pemkab,” harapnya.
(ADV)













