DPRD Pati Soroti Jembatan Penghubung Winong-Puncakwangi yang Terlalu Sempit

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Kondisi Jembatan Grogolsari yang menjadi akses utama penghubung Kecamatan Winong dan Puncakwangi kembali mendapat sorotan. Infrastruktur yang berada di perbatasan kedua kecamatan tersebut dinilai sudah tidak memadai karena hanya memiliki lebar sekitar tiga meter, sementara arus kendaraan yang melintas setiap hari cukup padat.

Warga Kecamatan Winong, Indra, mengaku khawatir dengan kondisi jembatan yang dinilainya rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, pemerintah perlu segera mengambil langkah perbaikan agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.

“Jembatan ini menjadi akses penting bagi masyarakat. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah karena memang kondisinya sudah perlu diperbaiki,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Anggota DPRD Pati, Suharmanto. Politisi Partai Demokrat itu menilai jembatan tersebut sudah lama membutuhkan penanganan serius. Selain menjadi jalur vital antarwilayah, ukuran jembatan yang terlalu sempit dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan lalu lintas saat ini.

Menurutnya, standar pembangunan jembatan saat ini seharusnya mampu mengakomodasi mobilitas kendaraan yang semakin meningkat. Dengan lebar hanya tiga meter, risiko kecelakaan menjadi lebih tinggi, terutama saat dua kendaraan berpapasan.

“Jembatan itu perlu segera dilebarkan. Lebarnya hanya sekitar tiga meter dan menurut saya sudah tidak layak karena terlalu sempit untuk kondisi lalu lintas sekarang,” kata Suharmanto.

Ia mengungkapkan, sejumlah insiden kecelakaan pernah terjadi di lokasi tersebut. Salah satunya pengendara sepeda motor yang kehilangan kendali hingga menabrak pembatas jembatan dan mengalami luka serius.

Selain itu, pernah pula terjadi kecelakaan yang melibatkan mobil travel. Kendaraan tersebut menabrak tembok pembatas karena diduga pengemudi tidak menyadari adanya penyempitan jalan saat memasuki jembatan.

“Pernah ada mobil travel menabrak tembok pembatas. Kemungkinan pengemudi tidak mengetahui kondisi jalan yang mendadak menyempit. Ini menunjukkan bahwa pelebaran memang sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Suharmanto menambahkan, pengguna jalan dari luar daerah berpotensi lebih rentan mengalami kecelakaan karena tidak familiar dengan kondisi jembatan yang tiba-tiba menyempit tanpa penanda yang cukup mencolok.

Untuk itu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Pati agar memasukkan pelebaran Jembatan Grogolsari sebagai prioritas pembangunan infrastruktur demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Saya berharap Pemkab Pati segera menindaklanjuti persoalan ini. Jangan sampai ada korban berikutnya sebelum dilakukan perbaikan,” pungkasnya.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *