PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan dukungannya terhadap pengembangan ajang Krenova Pati Innovation Award sebagai wadah lahirnya inovasi dan kreativitas generasi muda. Bahkan, usulan agar kegiatan tersebut digelar dua kali dalam setahun dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah dalam mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengatakan inovasi yang lahir dari para pelajar dan generasi muda tidak boleh berhenti hanya sebatas perlombaan. Menurutnya, hasil karya peserta Krenova harus mendapat perhatian serius agar dapat dikembangkan dan diterapkan untuk kepentingan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan Krenova yang mampu melahirkan berbagai ide kreatif dari anak-anak Pati. Banyak karya yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki manfaat nyata untuk membantu menyelesaikan persoalan daerah,” ujar Joni usai menghadiri penyerahan penghargaan Krenova Pati Innovation Award 2026 di Pendopo Kabupaten Pati.
Politikus Partai Demokrat itu menilai sejumlah inovasi yang ditampilkan peserta memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam berbagai sektor. Mulai dari pendidikan, kesehatan, pengelolaan sumber daya air, hingga digitalisasi pelayanan publik dan UMKM.
Menurutnya, keberhasilan pelajar Pati menembus ajang Krenova tingkat provinsi menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pati tidak kalah dengan daerah lain. Karena itu, pemerintah daerah dan DPRD perlu hadir memberikan dukungan yang berkelanjutan.
“Nanti akan kami koordinasikan dengan Ketua DPRD Pati untuk ikut mendukung dari sisi anggaran maupun regulasi. Jangan sampai inovasi yang bagus hanya berhenti saat lomba selesai. Harus ada keberlanjutan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Joni menambahkan, DPRD siap mendorong kebijakan yang berpihak pada pengembangan riset, teknologi, dan kreativitas pelajar. Ia meyakini banyak persoalan daerah yang dapat diselesaikan melalui pemikiran segar dan pendekatan teknologi dari generasi muda.
“Anak-anak Pati sangat cerdas dan kreatif. Tugas kita adalah memberikan ruang, panggung, dan kesempatan kepada mereka untuk berkembang. Kalau persoalan pendidikan, kesehatan, UMKM, hingga pelayanan publik bisa dibantu melalui inovasi anak-anak daerah sendiri, tentu itu menjadi kebanggaan sekaligus keuntungan bagi Kabupaten Pati,” katanya.
Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra sebelumnya mengusulkan agar Krenova digelar hingga dua kali dalam setahun. Menurutnya, Kabupaten Pati masih memiliki banyak tantangan yang membutuhkan solusi berbasis kreativitas dan teknologi.
Ia mencontohkan sejumlah karya peserta yang dinilai sangat aplikatif, seperti aplikasi pemantau konsentrasi siswa, alat bantu terapi pasien pasca-stroke, teknologi pencari sumber air tanah, hingga sistem digital untuk UMKM dan pengelolaan parkir.
Risma berharap ke depan Krenova tidak hanya menyasar pelajar tingkat SMA dan perguruan tinggi, tetapi juga diperluas hingga jenjang SD dan SMP. Pemerintah Kabupaten Pati juga berencana meningkatkan nilai penghargaan agar semakin banyak pelajar yang termotivasi untuk berinovasi.
Dengan dukungan DPRD dan pemerintah daerah, Krenova diharapkan menjadi salah satu motor penggerak lahirnya inovasi lokal yang mampu menjawab berbagai kebutuhan pembangunan di Kabupaten Pati.
(ADV)













