Alun-Alun Juwana Dinilai Belum Layak, DPRD Pati Minta Pemkab Segera Lakukan Penataan Ulang

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Kecamatan Juwana selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perekonomian sektor perikanan terbesar di Kabupaten Pati. Aktivitas perdagangan hasil laut yang tinggi menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.

Namun, di balik geliat ekonomi tersebut, kondisi Alun-Alun Juwana yang menjadi salah satu ruang publik utama justru dinilai belum mencerminkan wajah kota yang representatif.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menyoroti kondisi alun-alun yang menurutnya masih membutuhkan banyak pembenahan, baik dari sisi penataan maupun kelengkapan fasilitas pendukung.

“Pusat perekonomian di bidang perikanan untuk wilayah Pati, salah satunya berada di Juwana,” ujar Mukit.

Politisi Partai Demokrat itu menilai kondisi Alun-Alun Juwana saat ini masih jauh dari harapan masyarakat. Keberadaan sampah, rumput liar yang tidak terawat, hingga sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengurangi kenyamanan warga, tetapi juga dapat memengaruhi citra Juwana sebagai salah satu kawasan strategis di Kabupaten Pati.

“Alun-alun Juwana, untuk penataan dan fasilitasnya dianggap belum layak dan kurang bagus,” tegasnya.

Mukit menjelaskan, alun-alun memiliki fungsi penting sebagai ruang terbuka publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas. Mulai dari berolahraga, bersantai bersama keluarga, hingga menjadi lokasi yang mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk para pedagang kaki lima.

Karena itu, ia mendorong Pemerintah Kabupaten Pati melalui organisasi perangkat daerah terkait untuk segera melakukan penataan ulang secara menyeluruh agar kawasan tersebut menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman.

Ia menilai pembenahan alun-alun akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas Juwana sebagai daerah yang memiliki peran penting dalam sektor perikanan dan perdagangan.

“Kami harap ada perhatian dari pemerintah, karena memang kondisi Alun-Alun Juwana itu butuh penataan ulang,” katanya.

Mukit juga berharap penataan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kebersihan, pemeliharaan fasilitas, serta pengelolaan ruang publik yang berkelanjutan. Dengan demikian, Alun-Alun Juwana dapat menjadi ruang publik yang nyaman sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *