PATI, suarakabar.co.id — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, dinilai belum berjalan merata. Sejumlah sekolah hingga kini disebut belum mendapatkan layanan program tersebut.
Kondisi itu memunculkan keluhan dari pihak sekolah maupun wali murid. Mereka mempertanyakan pemerataan program pemerintah pusat yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik.
Anggota DPRD Kabupaten Pati, Eko Kuswanto, turut menyoroti persoalan tersebut. Ia menyebut masih terdapat banyak sekolah, khususnya di wilayah Pati utara, yang belum tersentuh program MBG.
“MBG di Kecamatan Gunungwungkal banyak sekolah yang belum dapat,” ujar Eko.
Menurut Eko, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemerataan distribusi, tetapi juga menyangkut komunikasi antara penyelenggara MBG dengan pemangku kepentingan di daerah.
Ia menyayangkan petugas MBG di tingkat kecamatan dinilai belum melakukan koordinasi secara optimal dengan DPRD, termasuk dengan Komisi D maupun anggota dewan yang berada di wilayah tersebut.
Padahal, menurutnya, koordinasi diperlukan agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan penyelesaiannya.
“Harusnya bisa koordinasi dengan DPRD atau pihak terkait karena banyak keluhan yang disampaikan sekolah yang tidak dapat MBG,” tegasnya.
Eko mengatakan, DPRD kerap menjadi salah satu tempat masyarakat maupun pihak sekolah menyampaikan aspirasi ketika pelaksanaan sebuah program pemerintah belum berjalan sesuai harapan.
Dengan adanya koordinasi, lanjut dia, DPRD dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat berdasarkan informasi yang jelas sekaligus meneruskan berbagai persoalan kepada pihak penyelenggara program.
“Sebagusnya dewan menanggapi keluhan masyarakat, tapi kalau tidak ada koordinasi, kami juga kesulitan memberikan penjelasan,” ujarnya.
Ia berharap persoalan tersebut menjadi perhatian penyelenggara MBG. Menurutnya, komunikasi antara pelaksana program di lapangan, pemerintah daerah, DPRD, sekolah, dan pihak terkait perlu diperkuat.
Eko juga berharap pelaksanaan MBG ke depan dapat dilakukan secara lebih merata, sehingga sekolah-sekolah di Kecamatan Gunungwungkal maupun wilayah Pati lainnya yang memenuhi sasaran program tidak terlewat dalam pendistribusian.
“Harapannya koordinasi diperbaiki, sehingga program ini benar-benar bisa dirasakan secara merata oleh sekolah dan anak-anak di Kabupaten Pati,” pungkasnya.
(ADV)













