DPRD Pati Minta Beasiswa 183 Mahasiswa Berlanjut hingga Lulus

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id — DPRD Kabupaten Pati meminta program beasiswa bagi 183 mahasiswa penerima tetap dilanjutkan hingga seluruh penerima menyelesaikan pendidikan. Dewan menilai keberlangsungan program tersebut perlu menjadi komitmen bersama antara pemerintah daerah dan dunia usaha.

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, mengatakan dukungan perusahaan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) perlu tetap dipertahankan. Menurutnya, program beasiswa tersebut sejak awal dirancang tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Terlepas wajib atau tidaknya perusahaan memberikan CSR, yang terpenting program beasiswa ini harus tetap diselesaikan karena merupakan komitmen bersama. Dulu Pak Sudewo menyampaikan pembiayaannya tidak menggunakan APBD, melainkan dari sumber lain, termasuk CSR. Komitmen itu menurut saya harus terus dilanjutkan,” ujar Ali.

Ali menilai, berkurangnya dukungan perusahaan dapat berdampak terhadap keberlangsungan program apabila pada akhirnya seluruh pembiayaan harus ditanggung pemerintah daerah melalui APBD.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menambah beban keuangan daerah pada tahun-tahun mendatang. Karena itu, skema pembiayaan yang melibatkan berbagai pihak perlu dipertahankan agar hak para penerima beasiswa tetap terpenuhi.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengungkapkan sejumlah perusahaan pada tahun ini tidak lagi menyalurkan CSR untuk mendukung program beasiswa tersebut.

Namun, Chandra menegaskan Pemkab Pati tidak memiliki kewenangan untuk mewajibkan perusahaan mengalokasikan dana CSR bagi program tersebut. Pemerintah daerah kini tengah mencari alternatif sumber pembiayaan agar program tetap berjalan.

“Ada beberapa perusahaan yang tahun ini tidak memberikan CSR. Karena itu kami sedang mencari sumber pendanaan lain. Perusahaan juga tidak bisa diwajibkan memberikan CSR untuk program ini. Ada yang tetap mendukung, ada juga yang mengundurkan diri,” kata Chandra.

Ia memastikan bantuan pendidikan yang sempat tertunda sejak April 2026 akan kembali disalurkan. Pemkab Pati menyiapkan sekitar Rp582 juta untuk pembayaran beasiswa selama tiga bulan bagi 183 mahasiswa penerima.

“Rencananya minggu depan akan kami salurkan untuk tiga bulan yang sebelumnya tertunda. Nilainya sekitar Rp582 juta untuk 183 mahasiswa,” ujarnya.

Chandra menegaskan Pemkab Pati berkomitmen menjaga keberlangsungan program beasiswa hingga tiga tahun ke depan. Untuk mendukung pembiayaan, pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan sejumlah lembaga dan perusahaan, di antaranya Baznas, Bank Jateng, Perumda Air Minum, sejumlah perbankan daerah hingga PG Trangkil.

“Kami menjamin hak para mahasiswa tetap terpenuhi sampai tiga tahun ke depan. Berbagai pihak terus kami ajak berkolaborasi agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *