PATI — Aspirasi 23 tenaga honorer APBD 2005 yang meminta tambahan penghasilan berpeluang masuk dalam pembahasan lebih lanjut antara DPRD Kabupaten Pati dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Anggota Komisi A DPRD Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Danu Ikhsan HC, mengatakan hasil audiensi menjadi bahan awal untuk menentukan langkah berikutnya.
“Setelah audiensi ini tentu tidak selesai begitu saja. Kita perlu membawa persoalan ini ke pembahasan berikutnya, termasuk melihat bagaimana pandangan TAPD terkait kemampuan anggaran dan kemungkinan skema yang bisa diberikan,” kata Danu.
Menurutnya, keterlibatan TAPD diperlukan karena usulan tambahan penghasilan berkaitan langsung dengan penganggaran daerah.
Danu menilai pembahasan bersama TAPD juga akan memberikan gambaran apakah aspirasi tersebut dapat diakomodasi dalam kebijakan pemerintah daerah.
“Kita ingin melihat secara utuh. Jangan hanya dari sisi keinginan honorer, tetapi juga dari sisi kemampuan APBD dan aturan pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Komisi A tetap memberikan perhatian terhadap para tenaga honorer yang telah mengabdi selama 21 tahun tersebut.
Namun, seluruh tahapan harus dilakukan secara bertahap agar keputusan yang dihasilkan tidak menimbulkan persoalan baru.
“Prinsipnya kita mendukung adanya perhatian kepada mereka. Sekarang tinggal bagaimana mencari bentuk yang paling tepat dan memungkinkan untuk dilaksanakan,” jelas Danu.
Ia berharap pembahasan bersama OPD terkait dan TAPD dapat segera dilakukan sehingga para honorer memperoleh kejelasan mengenai tindak lanjut aspirasi mereka.
(ADV)













