Komisi D DPRD Pati Sidak RSUD Soewondo, 24 Siswa Dugaan Keracunan MBG Masih Dirawat

  • Bagikan
banner 468x60

PATI — Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD RAA Soewondo Pati, Kamis (10/9/2026). Sidak tersebut dilakukan untuk memantau kondisi siswa yang mengalami gangguan kesehatan dan diduga berkaitan dengan konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati dari Fraksi Golkar, Endah Sri Wahyuningati, mengatakan pemantauan dilakukan sebagai tindak lanjut atas kejadian yang dialami sejumlah siswa MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong.

“Hari ini kami dari Komisi D melaksanakan kegiatan pemantauan pasca kejadian keracunan beberapa siswa dari MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong,” ujarnya.

Menurut Endah, sebagian siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan kini kondisinya telah membaik. Mereka bahkan sudah diperbolehkan kembali ke rumah setelah mendapatkan penanganan medis.

Namun, berdasarkan pemantauan di RSUD RAA Soewondo Pati, masih terdapat 24 siswa yang harus menjalani perawatan.

“Sepertinya ini sudah cukup banyak yang kondisinya sudah pulih, sehingga sudah diizinkan pulang. Tapi memang masih ada beberapa, khususnya di RSUD RAA Soewondo Pati ini masih ada 24 anak yang masih mendapatkan perawatan,” jelasnya.

Endah menyebut, berdasarkan cerita sejumlah siswa yang ditemui, keluhan kesehatan mulai muncul beberapa jam setelah mereka mengonsumsi makanan MBG pada Selasa (8/9/2026).

Salah satu menu yang dikonsumsi siswa disebut berupa nasi bakar. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah siswa mulai mengalami diare pada malam harinya.

“Kalau melihat dari cerita anak-anak, memang ini diawali dari makan MBG hari Selasa. Ada nasi bakarnya di situ, dimakan dan rata-rata sakitnya kira-kira jam 9, jam 10 malam. Sudah mulai diare di rumahnya masing-masing, ada yang di asrama,” ungkapnya.

Kondisi para siswa kemudian berlanjut hingga keesokan harinya. Sebagian siswa tetap datang ke sekolah meski masih mengalami keluhan kesehatan. Karena kondisi beberapa siswa semakin berat, mereka kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan medis.

Endah menyebut, terdapat siswa yang mengalami kondisi cukup serius hingga membutuhkan bantuan oksigen. Bahkan, ada siswa yang sempat mengalami penurunan kesadaran.

“Karena di sekolah masih kondisi sakit, akhirnya terus dibawa ke sini karena ada yang lebih parah. Ada yang tadi sampai dioksigen bahkan sampai agak tidak sadar. Ini karena mungkin kondisi fisik masing-masing anak berbeda-beda,” katanya.

Sementara itu, untuk siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Gembong, sebagian telah dirujuk ke fasilitas kesehatan lain untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Sebagian lainnya telah diperbolehkan pulang karena kondisinya berangsur membaik.

“Sebagian besar sudah pulang karena mungkin kemarin mereka sudah mendapatkan perawatan awalnya, sehingga mungkin mualnya sudah berkurang, mungkin kalau yang panas sudah tidak panas, yang sesak sudah tidak sesak, sehingga sudah diizinkan pulang,” terang Endah.

Dalam kegiatan sidak tersebut, Endah Sri Wahyuningati didampingi sejumlah anggota Komisi D DPRD Pati lainnya, yakni Suhartini, Adhi Pamungkas, Yoga Dermawan, dan Maulana Adika Prastya.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para siswa yang masih menjalani perawatan sekaligus melihat secara langsung penanganan medis terhadap dampak dugaan kejadian keracunan yang terjadi di Kecamatan Gembong.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *