Pati, suarakabar.co.id – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Dra. Hj. Suhartini, mendorong peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan sekaligus kesejahteraan tenaga kesehatan di seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Pati. Menurutnya, penguatan layanan kesehatan dasar harus dibarengi dengan pemenuhan sarana penunjang dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Suhartini mengatakan, dana kapitasi yang diterima puskesmas perlu dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kebutuhan pelayanan kepada masyarakat. Selain digunakan untuk operasional, dana tersebut juga diharapkan mampu mendukung pengembangan fasilitas secara bertahap serta meningkatkan kesejahteraan para pegawai.
“Harapannya dari saya, semua kebutuhan yang diajukan puskesmas di Kabupaten Pati dapat terpenuhi, sehingga dana kapitasi bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan pelayanan, menyejahterakan karyawan, dan membangun fasilitas yang masih kurang secara bertahap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari berbagai masukan yang diterima, masih terdapat sejumlah kebutuhan sarana penunjang yang perlu mendapat perhatian, salah satunya perangkat teknologi informasi seperti laptop untuk mendukung administrasi dan pelayanan kesehatan.
“Ada beberapa kebutuhan yang disampaikan, termasuk perlengkapan penunjang seperti laptop. Selama ini memang sudah diupayakan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada secara bersama-sama, namun ke depan tentu perlu dipenuhi agar pelayanan semakin optimal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suhartini berharap seluruh puskesmas di Kabupaten Pati dapat terus berbenah menuju pelayanan yang lebih terintegrasi, baik dari sisi pelayanan kepada masyarakat maupun sistem administrasinya.
“Saya berharap seluruh puskesmas di Kabupaten Pati dapat memiliki sistem pelayanan dan administrasi yang semakin terpadu. Dengan begitu masyarakat akan lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, tertib, dan berkualitas,” tegasnya.
Menurut Suhartini, peningkatan kualitas puskesmas merupakan investasi penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan seluruh tenaga kesehatan perlu terus diperkuat agar setiap kebutuhan yang mendukung pelayanan dapat direalisasikan secara bertahap.
(ADV)













