Pintu Gerbang Majapahit di Desa Rendole Ditetapkan sebagai Cagar Budaya

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Pintu Gerbang peninggalan Majapahit yang berada di Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Desa Rendole, telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya.

Hal tersebut disampaikan oleh Zaky Aftoni, petugas Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X, yang menyebutkan bahwa pintu gerbang bersejarah ini mulai dikelola BPK sejak tahun 1998.

Menurutnya, bangunan tersebut masih terjaga keasliannya hingga 90 persen, sehingga layak diakui sebagai cagar budaya.

“Cagar budaya adalah bangunan, benda, atau kawasan yang berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki nilai sejarah. Pintu Gerbang Majapahit ini memenuhi kriteria itu, karena selain usianya, nilai historis yang terkandung juga sangat penting,” jelas Zaky.

Ia mengungkapkan, masyarakat setempat meyakini pintu gerbang kayu jati tersebut memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit.

Relief pada gapura menggambarkan kisah perebutan tahta Majapahit, mulai dari Putri Kencana Wungu, tokoh Damarwulan, hingga Minak Jinggo.

“Di bagian relief ada empat gambar, masing-masing melukiskan peristiwa peperangan dan sosok-sosok penting dalam sejarah Majapahit,” terangnya.

Gapura yang berukuran panjang lebih dari tiga meter dengan tinggi sekitar dua setengah hingga tiga meter itu, hingga kini kondisinya masih terbilang baik.

Meski demikian, ada beberapa bagian bawah yang diganti karena rusak dimakan rayap.

Berdasarkan cerita masyarakat, perbaikan itu sudah dilakukan sejak masa Adipati pertama.

“Secara keseluruhan gapura ini masih utuh dan asli. Kerusakan hanya terjadi pada bagian tertentu akibat faktor usia dan kondisi tanah di bawahnya,” imbuh Zaky.

Ia menegaskan, keberadaan Pintu Gerbang Majapahit ini tidak hanya penting bagi masyarakat Desa Rendole, tetapi juga menjadi warisan sejarah bangsa yang harus dijaga bersama.

“Bangunan ini adalah bukti perjalanan sejarah, maka tugas kita bersama untuk merawat dan melestarikannya,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *