PATI, suarakabar.co.id — Keluhan para sopir truk di Kabupaten Pati terkait minimnya lahan parkir atau pangkalan khusus truk akhirnya ditanggapi oleh DPRD Kabupaten Pati. Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengungkapkan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah sempat dibahas, bahkan direncanakan melalui kerja sama dengan pihak desa di wilayah Margorejo.
“Ya, dulu hal ini sudah sempat kami wacanakan, khususnya terkait pengelolaan parkir. Kami pernah merencanakan kerja sama dengan salah satu desa di wilayah Margorejo, terutama yang berada di kawasan Lingkar. Di sana ada yang namanya tanah Bondo Deso,” ujar Bandang saat ditemui.
Meski sempat dilakukan komunikasi dan pertemuan antara pihak desa dan pemerintah daerah, Bandang mengakui bahwa hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas dari rencana tersebut.
“Waktu itu kami sudah melakukan komunikasi. Kami undang pihak desa dan juga pemerintah daerah, dalam hal ini diwakili oleh asisten. Persoalan ini juga sudah kami dudukkan bersama agar bisa difasilitasi,” lanjut politikus dari PDIP tersebut.
Namun hingga kini, Bandang menyebut belum mengetahui perkembangan terbaru dari inisiatif tersebut. “Entah kenapa, sampai sekarang kami belum mengecek lagi bagaimana perkembangannya. Kami sudah mendorong, bahkan dua kali mengundang mereka, dan semuanya kami terima dengan baik, bukan ditolak,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan agar kerja sama tersebut bisa difasilitasi dengan serius dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Saat itu, Pak Asisten yang hadir tinggal menyampaikan ke Pak Bupati. Tapi karena waktu itu Pak Bupati masih berstatus Penjabat (PJ), mungkin beliau belum berani mengambil keputusan,” terang Bandang.
Kini, dengan telah dilantiknya Bupati definitif, Teguh Bandang Waluyo menyatakan optimisme bahwa program ini akan kembali dibahas dan mendapat perhatian lebih.
“Sekarang dengan adanya Bupati definitif yang baru, saya yakin beliau akan lebih terbuka dan menyambut baik rencana ini. Daripada parkir kendaraan di pinggir jalan yang rawan kecelakaan, lebih baik dikelola secara tertib di tempat yang sudah disiapkan,” pungkasnya.
Dengan penataan yang tepat, DPRD berharap permasalahan parkir truk yang kerap menimbulkan kemacetan dan risiko kecelakaan bisa diatasi secara sistematis dan berkelanjutan.
(ADV)













