Polresta Pati Mulai Operasi Keselamatan Candi Selama 14 Hari

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Polresta Pati menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Candi Tahun 2026 di halaman Mapolresta Pati, Senin (2/2/2026).

Apel tersebut dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Teguh Widyatmoko, yang mewakili Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. Turut hadir jajaran Forkopimda, perwakilan OPD terkait, serta personel gabungan dari TNI, Polri, Polisi Militer, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi tidak dapat hadir secara langsung karena tengah mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama jajaran OPD di Bogor.

Kasatlantas Polresta Pati, Kompol Rifki Fahmi Mubarok, S.H., S.I.K., M.Si., CHPR., menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026.

“Baru saja kita melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Candi 2026. Operasi ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang aman dan tertib lalu lintas,” ujar Kompol Rifki.

Ia menyebutkan, sasaran operasi mengedepankan tiga pendekatan utama, yakni preemtif, preventif, dan represif. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan, ambang gangguan, maupun gangguan nyata yang dapat memicu pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas.

“Operasi ini juga menjadi bagian dari kesiapan kami dalam menghadapi Operasi Ketupat Candi yang akan dilaksanakan sekitar satu bulan ke depan, di mana mobilitas masyarakat diprediksi meningkat,” jelasnya.

Dalam Operasi Keselamatan Candi, porsi kegiatan preemtif dan preventif mencapai 40 persen, salah satunya melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan (BINLU) serta koordinasi lintas instansi. Sementara penegakan hukum hanya dilakukan sekitar 20 persen, dengan lebih mengedepankan sistem tilang elektronik atau ETLE berbasis mobile dan handheld.

“Untuk ETLE statis sementara belum ada, namun seluruh anggota kami sudah dibekali perangkat ETLE mobile atau handheld,” tambahnya.

Kompol Rifki juga menegaskan bahwa Polresta Pati telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta Dinas Perhubungan untuk menindaklanjuti kondisi infrastruktur jalan yang rusak, terutama di jalur-jalur dengan mobilitas tinggi.

“Prioritas kami adalah jalur Pantura, Pati–Tayu, dan Lingkar Selatan. Ketiga jalur tersebut memiliki tingkat kepadatan tinggi dan kondisi kerusakan jalan yang cukup memprihatinkan,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal, petugas akan melakukan penandaan sementara pada jalan berlubang sebelum dilakukan perbaikan oleh instansi terkait. Koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten juga telah dilakukan dan tindak lanjut perbaikan ditargetkan segera dilaksanakan.

“Mulai hari ini atau besok, kami sudah siap turun ke lapangan,” pungkas Kompol Rifki.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *