Pati – Di tengah suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Kabupaten Pati 2025 menjadi saksi lahirnya babak baru dalam kepemimpinan kemanusiaan. Tanpa perdebatan, tanpa gesekan—hanya dukungan bulat dan satu suara. Secara aklamasi, dr. Atik Kusdarwati Sudewo ditetapkan sebagai Ketua PMI Kabupaten Pati periode 2025–2030.
Namun, kehadiran dr. Atik kali ini bukan dalam bentuk fisik. Melalui sambungan daring, istri Bupati Pati Sudewo itu menyampaikan pidatonya dengan nada tenang namun sarat makna. Di hadapan para pengurus, relawan, dan tamu undangan, ia menegaskan komitmen yang tak main-main: menjalankan amanah demi kemanusiaan.
“Saya bersedia untuk mengemban amanah sebagai Ketua PMI Kabupaten Pati. Tentu saja, semua ini saya lakukan dengan tujuan yang baik, yaitu demi kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya, disambut riuh tepuk tangan dari peserta Muskab.
Tak hanya sekadar menerima jabatan, dr. Atik menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pejuang kemanusiaan yang telah lebih dulu menorehkan kerja-kerja nyata di lapangan—para Ketua PMI Kecamatan, relawan, serta seluruh pengurus yang hadir. Baginya, kepercayaan bukan semata penghargaan, melainkan tanggung jawab yang harus dibalas dengan kerja keras dan niat tulus.
“Saya mendapatkan amanah dan dukungan penuh—100%. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya,” imbuhnya dengan nada penuh syukur.
Pidato dr. Atik bukan sekadar formalitas. Di dalamnya, terselip ajakan untuk bergerak bersama, menyatukan persepsi dan semangat demi membentuk PMI yang lebih tangguh, lebih humanis, dan tetap berpijak pada aturan.
“Mari kita bersama-sama bekerja dengan teratur, benar, dan sungguh-sungguh, demi memberikan manfaat nyata kepada masyarakat Pati. Kita ingin PMI di Kabupaten Pati ke depan menjadi lebih maju, lebih sukses, dan lebih berdaya guna untuk kemanusiaan,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, dr. Atik akan memimpin tim formatur guna menyusun struktur kepengurusan baru PMI Pati. Targetnya jelas: satu bulan rampung, lalu segera diajukan ke PMI Provinsi Jawa Tengah untuk pelantikan resmi.
Muskab kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ia menjadi tonggak penting dalam memperbarui semangat pengabdian, sekaligus memperkuat barisan relawan di tengah tantangan kemanusiaan yang semakin kompleks.
PMI Kabupaten Pati kini melangkah dengan energi baru, dipimpin sosok perempuan yang tak hanya dikenal sebagai istri kepala daerah, tetapi juga sebagai pribadi yang siap mengabdikan dirinya untuk tugas-tugas kemanusiaan yang luhur.













