Jalan Tanggul Sungai Selok Juwana Rusak, DPRD Pati Dorong Rabat Beton

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id – Aktivitas petani tambak di kawasan pesisir Kecamatan Juwana masih dihadapkan pada persoalan infrastruktur. Jalan tanggul di sepanjang Sungai Selok, yang berada di perbatasan Desa Langgenharjo dan Desa Bakaran, hingga kini masih berupa jalan tanah dan kerap sulit dilalui.

Kondisi tersebut semakin terasa ketika hujan turun. Genangan air membuat permukaan jalan berubah menjadi berlumpur, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Haryono, mengatakan persoalan jalan tersebut bukan hal baru. Menurutnya, ruas jalan itu sebelumnya pernah mendapatkan pengaspalan. Namun, tingginya intensitas genangan membuat lapisan aspal tidak bertahan lama.

“Jalan tanggul di sepanjang Sungai Selok, tepatnya di batas Desa Langgenharjo dan Bakaran, butuh perhatian serius. Saat ini masih jalan tanah dan sering terendam,” kata Haryono.

Ia menjelaskan, jalan tersebut memiliki fungsi penting bagi masyarakat sekitar, khususnya para petani tambak. Akses itu digunakan setiap hari untuk menuju lokasi tambak ikan, garam maupun udang.

Ketika kondisi jalan memburuk, aktivitas petani ikut terdampak. Pengangkutan sarana produksi hingga hasil panen menjadi lebih sulit. Tidak hanya membutuhkan waktu lebih lama, kondisi jalan yang rusak juga berpotensi meningkatkan biaya perawatan kendaraan.

Karena itu, Haryono menilai perbaikan jalan tidak cukup hanya dilakukan dengan pengaspalan ulang. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Pati mempertimbangkan pembangunan jalan dengan konstruksi rabat beton yang dinilai lebih sesuai dengan karakter wilayah yang rawan tergenang.

“Solusinya dibuat rabat beton. Dengan begitu jalan tidak mudah rusak saat hujan dan terendam. Petani tambak juga lebih mudah melintas,” ujarnya.

Haryono juga meminta Dinas Pekerjaan Umum segera turun ke lapangan untuk melakukan survei terhadap kondisi ruas jalan tersebut. Hasil survei nantinya diharapkan menjadi dasar agar pembangunan dapat dimasukkan dalam perencanaan anggaran tahun berikutnya.

Menurutnya, sumber pembiayaan tidak harus hanya mengandalkan APBD Kabupaten Pati. Pemerintah daerah dapat mengupayakan dukungan anggaran melalui pemerintah provinsi apabila diperlukan.

“Jangan menunggu sampai putus total baru diperbaiki. Dari sekarang harus ditangani agar tidak mengganggu produktivitas petani,” tegasnya.

Perbaikan jalan tanggul dinilai bukan sekadar menyangkut kenyamanan pengguna jalan. Bagi petani tambak, keberadaan akses yang layak berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas dan distribusi hasil produksi menuju Juwana maupun wilayah sekitarnya.

DPRD Pati pun menyatakan akan mengawal usulan tersebut agar mendapat perhatian dalam pembahasan pembangunan daerah. Harapannya, akses di kawasan pesisir semakin memadai dan mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor tambak.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *