Semarang – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UNISSULA melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna menyampaikan aspirasi terkait penanganan banjir rob yang semakin mengkhawatirkan di wilayah Sayung, Kaligawe, dan Genuk. Forum ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk turut menyuarakan kajian dan tuntutan agar generasi muda dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan implementasi solusi banjir rob.
Dalam pertemuan tersebut, BEM KM UNISSULA menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk mencari solusi jangka pendek maupun panjang. Mereka juga meminta agar Badan Besar Wilayah Sungai (BBWS) lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terdampak agar memahami langkah-langkah penanganan yang sedang dan akan dilaksanakan.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama BBWS dan Pemerintah Kabupaten Demak memaparkan sejumlah langkah strategis yang telah dan akan dilakukan. Beberapa di antaranya meliputi:
1. Pembangunan Bendungan dan Normalisasi Sungai untuk mengoptimalkan aliran air dan mengurangi genangan.
2. Penyempurnaan Sistem Kali Tenggang yang direncanakan mulai berjalan pada 2025.
3. Pembangunan Giant Ocean-Land System (GOLS) yang ditargetkan selesai pada 2027.
4. Rencana Pembangunan Tol Tanggul Laut untuk memutus hubungan langsung antara laut dan daratan di belakang kampus UNISSULA.
BBWS juga menyatakan bahwa upaya pengendalian pengambilan air tanah telah dilakukan guna mencegah penurunan muka tanah yang memperparah banjir rob.
BEM KM UNISSULA berharap agar program-program yang direncanakan dapat segera direalisasikan dengan melibatkan partisipasi aktif mahasiswa dan masyarakat. Mereka juga mendorong transparansi dan komunikasi intensif antara pemerintah dan warga terdampak untuk memastikan solusi berjalan efektif.
“Kami berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mencari solusi terbaik bagi permasalahan banjir rob ini,” tegas perwakilan BEM KM UNISSULA.
Dengan adanya dialog ini, diharapkan langkah-langkah penanganan banjir rob dapat lebih terkoordinasi dan memberikan dampak signifikan bagi wilayah-wilayah yang terdampak.
Sumber: BEM KM UNISSULA













