Komisi B Salurkan 15 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pati

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id – Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati turut membantu warga yang terdampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih. Sebanyak 15 tangki air bersih telah didistribusikan ke sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Bantuan tersebut disalurkan ke Desa Keben, Kecamatan Tambakromo, dan Desa Pantirejo, Kecamatan Gabus. Penyaluran ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat untuk keperluan sehari-hari di tengah kemarau yang masih berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Pati.

Warsiti anggota Komisi B DPRD Pati dari fraksi PDIP, menyampaikan rasa syukur atas tersalurkannya bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan air bersih menjadi salah satu bentuk kepedulian Komisi B DPRD Pati terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan air akibat kekeringan.

“Alhamdulillah telah terdistribusi 15 tangki air bersih ke daerah terdampak kekeringan, di Desa Keben Kecamatan Tambakromo, Desa Pantirejo Kecamatan Gabus. Bantuan dari Komisi B DPRD Pati kita bantu berikan kepada wilayah terdampak,” ujar Warsiti.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, minum, dan keperluan rumah tangga lainnya.

Kekeringan yang melanda Kabupaten Pati memang menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati per pertengahan Oktober 2026, dampak kekeringan telah meluas hingga 75 desa di 12 kecamatan, dengan total 13.698 kepala keluarga atau 45.618 jiwa terdampak krisis air bersih.

Tujuh kecamatan masuk kategori terdampak kekeringan berat, yakni Jakenan, Winong, Gabus, Pucakwangi, Jaken, Tambakromo, dan Kayen. Di Kecamatan Tambakromo, Desa Keben termasuk wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih, sedangkan di Kecamatan Gabus, Desa Pantirejo juga tercatat sebagai salah satu desa terdampak.

Meluasnya dampak kekeringan menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat masih diperlukan agar kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi.

Melalui bantuan 15 tangki tersebut, Komisi B DPRD Pati berharap masyarakat di Desa Keben dan Desa Pantirejo dapat terbantu dalam menghadapi kondisi kekeringan. Penyaluran air bersih diharapkan terus menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan, terutama selama warga masih mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *