Pembangunan Jalan di Cluwak Disorot, Jalan Bagus Diaspal Lagi Sementara Jalan Rusak Dibiarkan

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id – Pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan di Desa Nggerit, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, menjadi sorotan DPRD Kabupaten Pati.

Pasalnya, terdapat ruas jalan yang kondisinya dinilai masih bagus namun kembali mendapatkan pekerjaan pengaspalan. Sementara di sisi lain, terdapat ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah justru belum tersentuh pembangunan.

Kondisi tersebut terungkap saat Komisi C DPRD Kabupaten Pati melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Anggota Komisi C DPRD Pati, Muhammad Danung Singgihaji, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur semestinya mengacu pada tingkat kebutuhan dan kondisi riil jalan di lapangan.

Ia mengatakan, ruas jalan poros Desa Nggerit menuju Desa Sumur yang kondisinya masih bagus justru mendapatkan pekerjaan perbaikan.

“Di jalur poros Desa Nggerit ke Desa Sumur kondisinya masih bagus tapi sudah diperbaiki lagi. Yang kita sesalkan kenapa pembangunan di jalan Desa Nggerit ke Desa Sumur dan jalan pasar Desa Nggerit ke Desa Sumur tidak merata,” ujar Danung.

Menurutnya, kondisi yang lebih memprihatinkan justru terlihat pada ruas jalan poros pasar Desa Nggerit menuju Desa Sumur. Jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah, padahal menjadi salah satu akses yang digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Jalan poros pasar Desa Nggerit ke Desa Sumur yang tiap hari digunakan untuk aktivitas perekonomian sehari-hari warga Desa Nggerit malah rusak tapi tidak diperbaiki,” katanya.

Danung menilai, kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap proses perencanaan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

Menurutnya, sebelum menentukan ruas jalan yang akan mendapatkan pekerjaan, pemerintah perlu melakukan survei secara menyeluruh sehingga pembangunan dapat diarahkan pada jalan yang benar-benar membutuhkan penanganan.

“Ini adalah kesalahan dari DPUTR karena perencanaan yang kurang maksimal, karena jalan yang masih bagus diperbarui lagi dan jalan yang sudah rusak membutuhkan pembaharuan malah dibiarkan,” pungkasnya.

Komisi C DPRD Pati pun menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan pembangunan jalan ke depan lebih tepat sasaran. Terlebih, anggaran yang digunakan merupakan uang daerah yang seharusnya diarahkan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat berdasarkan skala prioritas.

DPRD juga mendorong agar proses perencanaan pembangunan tidak hanya mengandalkan data administratif, tetapi turut mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan serta aspirasi masyarakat dan pemerintah desa.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *