DPRD Pati Pastikan Kelayakan Makanan Warga Binaan, Mukit Tinjau Langsung Dapur Lapas

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, melakukan inspeksi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada warga binaan telah memenuhi standar kelayakan dan gizi.

Dalam kunjungan tersebut, Mukit didampingi jajaran petugas Lapas meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari dapur utama, ruang penyimpanan bahan pangan, hingga proses pendistribusian makanan ke setiap blok hunian.

Menurut Mukit, pemenuhan hak dasar warga binaan, termasuk makanan yang layak, menjadi bagian penting dari fungsi pengawasan yang dilakukan DPRD.

“Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kelayakan makanan bagi warga binaan yang saat ini sedang menjalani masa tahanan. Kami ingin memastikan makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar yang telah ditetapkan,” ujar Mukit.

Politikus Partai Demokrat itu menjelaskan, kunjungan tersebut juga sejalan dengan semangat pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, termasuk di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

“Presiden telah mencanangkan program ketahanan pangan. Karena itu saya ingin melihat langsung bagaimana kualitas makanan yang dikonsumsi warga binaan, mulai dari proses pengolahan hingga penyajiannya,” katanya.

Berdasarkan hasil peninjauan, Mukit menilai pengelolaan dapur Lapas Kelas IIB Pati sudah berjalan dengan baik. Kebersihan area memasak, penyimpanan bahan makanan, hingga proses pengolahan dinilai telah memenuhi standar kesehatan.

Ia juga mengapresiasi menu makanan yang disajikan kepada warga binaan karena dinilai cukup beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan gizi.

“Selama menjalani masa pidana, warga binaan memperoleh makanan tiga kali sehari, yaitu pagi, siang, dan malam. Itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga hak-hak dasar mereka tetap terpenuhi,” jelasnya.

Selain memastikan kualitas makanan, Mukit juga mengapresiasi program ketahanan pangan yang dikembangkan Lapas Pati. Sejumlah bahan pangan, seperti sayuran dan ikan lele, diproduksi sendiri melalui kegiatan pembinaan warga binaan sehingga turut mendukung ketersediaan bahan makanan di dalam lapas.

Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

“Program seperti ini patut diapresiasi karena selain menjaga kualitas konsumsi warga binaan, juga memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” tambahnya.

Mukit berharap kualitas pelayanan di Lapas Pati, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan, dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Menurutnya, makanan yang sehat dan bergizi akan mendukung proses pembinaan sehingga warga binaan dapat menjalani masa pidana dalam kondisi sehat dan siap kembali berbaur dengan masyarakat.

“Insya Allah, ketika kebutuhan gizi mereka terpenuhi dengan baik, kondisi kesehatan juga terjaga. Dengan begitu proses pembinaan akan berjalan lebih optimal dan mereka bisa kembali ke masyarakat dalam kondisi yang lebih baik,” pungkasnya.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *