DPRD Pati Soroti Penataan Trotoar Panglima Sudirman, Minta Pengawasan Maksimal

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Proyek penataan trotoar di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pati, mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Meski merupakan program yang didanai Pemerintah Pusat, DPRD meminta agar pelaksanaan pekerjaan tetap mendapat pengawasan dari pemerintah daerah.

Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, menegaskan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati perlu terlibat aktif dalam mengawal jalannya proyek tersebut. Menurutnya, pengawasan penting dilakukan agar hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami sudah meminta DPUTR untuk ikut membantu melakukan pengawasan selama proses pengerjaan berlangsung. Jangan sampai ada hal-hal yang luput dari perhatian karena proyek ini nantinya akan menjadi fasilitas publik yang digunakan masyarakat luas,” ujarnya.

Joni menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, konsep penataan trotoar akan mengadopsi kawasan pedestrian seperti Malioboro di Yogyakarta. Karena itu, aspek kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki harus menjadi prioritas utama.

Ia berharap material yang digunakan tidak licin serta desain jalur pedestrian dibuat ramah bagi seluruh kalangan, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

“Kalau memang konsepnya seperti Malioboro, maka kualitas trotoar harus benar-benar diperhatikan. Permukaan tidak boleh licin dan akses yang menanjak harus dibuat lebih landai agar aman digunakan semua kalangan,” katanya.

Lebih lanjut, Joni meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat terkait kemungkinan penyempitan ruas Jalan Panglima Sudirman. Ia memastikan proyek tersebut tidak akan mengurangi lebar jalan yang ada saat ini.

Menurutnya, perubahan kemungkinan hanya terjadi pada area taman yang sebagian akan dialihkan menjadi ruang bagi pejalan kaki. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya menghadirkan kawasan kota yang lebih nyaman dan tertata.

“Jalan tetap seperti sekarang, tidak akan dipersempit. Yang kemungkinan berubah adalah sebagian area taman untuk menambah ruang pedestrian sehingga masyarakat bisa lebih leluasa berjalan kaki,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Arief Wahyudi, menyampaikan saat ini proses pembongkaran trotoar masih berlangsung dan ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan.

Setelah tahap tersebut rampung, pembangunan akan dilanjutkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan alokasi anggaran sekitar Rp18 miliar. Proses konstruksi diperkirakan berlangsung selama tujuh bulan.

Arief berharap penataan kawasan Jalan Panglima Sudirman dapat meningkatkan estetika pusat kota sekaligus menghadirkan fasilitas pedestrian yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *