Jembatan Gesik Kerap Jadi Langganan Banjir, DPRD Pati Minta Segera Dibangun Ulang

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Kondisi Jembatan Gesik yang berada di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, kembali menjadi sorotan masyarakat. Infrastruktur yang menjadi akses utama penghubung wilayah Prawoto dan Sukolilo itu dinilai sudah tidak mampu menampung debit air saat hujan deras mengguyur kawasan pegunungan di sekitarnya.

Akibatnya, setiap kali terjadi hujan dengan intensitas tinggi, air sungai meluap hingga menutupi badan Jalan Sukolilo-Prawoto. Ketinggian air bahkan dapat mencapai lebih dari satu meter sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa menghentikan perjalanan dan menunggu banjir surut.

Doni, warga Desa Prawoto, mengungkapkan bahwa luapan air di Jembatan Gesik telah menjadi persoalan yang berulang setiap musim penghujan. Menurutnya, banjir dapat datang sewaktu-waktu setelah hujan deras terjadi di wilayah hulu.

“Kalau hujan deras di gunung, biasanya tidak lama kemudian air besar datang. Jembatan langsung tergenang dan tidak bisa dilewati karena arusnya cukup deras,” ujarnya.

Ia menuturkan, kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Bahkan, berdasarkan catatan warga, sudah beberapa kali terjadi insiden korban terseret arus saat mencoba melintas ketika banjir.

“Sudah ada sekitar tiga orang yang pernah terseret arus. Karena itu warga sekarang lebih memilih menunggu sampai air surut daripada mengambil risiko,” katanya.

Tak hanya menggenangi jalan, meluapnya air juga berdampak pada lahan pertanian di sekitar lokasi. Sawah milik petani kerap terendam sehingga mengakibatkan kerusakan tanaman padi dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Karena itu, warga berharap pemerintah segera melakukan pembangunan ulang terhadap Jembatan Gesik. Mereka mengusulkan agar konstruksi jembatan diperlebar sekaligus ditinggikan sehingga aliran air dapat mengalir dengan lancar tanpa meluber ke jalan maupun area persawahan.

“Kalau jembatannya lebih tinggi dan lebih lebar, air bisa lewat di bawah dan tidak lagi meluap ke atas jalan,” tambah Doni.

Keluhan serupa juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Pati, Siti Maudlu’ah. Menurutnya, persoalan Jembatan Gesik tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah biasa karena menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas warga.

“Setiap terjadi banjir, akses masyarakat terputus. Warga harus menunggu air surut untuk bisa melintas. Jika dipaksakan, risikonya sangat besar karena arus cukup deras,” tegasnya.

Siti menilai pemerintah daerah perlu menjadikan pembangunan Jembatan Gesik sebagai salah satu prioritas infrastruktur. Selain berfungsi sebagai jalur penghubung antarwilayah, keberadaan jembatan yang lebih representatif juga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini merugikan warga.

“Saya mendorong Pemkab Pati segera melakukan peninggian dan pelebaran Jembatan Gesik agar aliran air lebih lancar, akses masyarakat tetap aman, dan lahan pertanian tidak terus terdampak setiap musim hujan,” pungkasnya.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *