DPRD Pati Desak Penanganan Serius Tanggul Jebol Sungai Widodaren

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Jebolnya tanggul Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, yang menyebabkan banjir merendam ratusan rumah warga mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Pati. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah konkret agar peristiwa serupa tidak terus berulang.

Jebolan tanggul sepanjang sekitar 10 meter mengakibatkan air meluap ke permukiman warga di Desa Ketitangwetan dan Desa Raci. Ketinggian genangan di sejumlah titik mencapai 40 hingga 50 sentimeter. Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi jalan desa sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Pardiman, warga setempat, mengatakan banjir terjadi setelah tanggul Sungai Widodaren yang mengarah ke Desa Raci jebol akibat tingginya debit air.

“Banjir terjadi setelah tanggul Sungai Widodaren yang mengarah ke Desa Raci jebol,” ujarnya.

Menurut dia, sungai tidak mampu menampung kiriman air dari wilayah selatan sehingga tanggul ambrol dan air langsung masuk ke kawasan permukiman.

“Banjir datang tiba-tiba, dan warga langsung menyelamatkan barang-barang berharga di rumahnya masing-masing,” tambahnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPRD Pati Mukit menegaskan bahwa banjir akibat luapan Sungai Widodaren bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut persoalan tanggul yang sering jebol harus menjadi perhatian serius pemerintah.

“Banjir akibat luapan air dari Sungai Widodaren ini sering terjadi. Saya meminta kepada pemerintah untuk bisa menanggulangi permasalahan ini secara serius,” katanya.

Mukit mendesak pemerintah daerah segera melakukan penanganan darurat pada titik tanggul yang jebol. Menurutnya, pemasangan karung pasir maupun bronjong perlu dilakukan untuk mengurangi luapan air sebelum perbaikan permanen dilaksanakan.

Ia juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Sungai Widodaren setelah banjir surut. Normalisasi sungai dan penguatan tanggul dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

“Setelah kondisi surut, harus ada evaluasi menyeluruh. Normalisasi sungai dan perkuatan tanggul perlu segera dilakukan. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa atau kerusakan lebih besar,” tegasnya.

Mukit berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera menyusun langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang agar masyarakat di wilayah Batangan tidak terus dihantui ancaman banjir setiap musim hujan.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *