PATI – Anggota Komisi C DPRD Pati dari Fraksi PKS, Wardjono, menyoroti berbagai persoalan infrastruktur yang masih menjadi tantangan pembangunan di Kabupaten Pati. Hal itu disampaikannya dalam Forum Group Discussion (FGD) Forum Wartawan Pati (FWP) bersama Diskominfo Pati di Aula Diskominfo Pati, Senin (11/5/2026).
FGD tersebut mengangkat tema “Pengadaan Barang/Jasa Strategis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pati” dan dihadiri para wartawan serta sejumlah narasumber dari DPRD Pati.
Dalam pemaparannya, Wardjono mengatakan Kabupaten Pati memiliki karakteristik wilayah yang beragam, mulai kawasan pertanian, pesisir, industri kecil hingga daerah rawan banjir. Kondisi tersebut menurutnya membuat pembangunan infrastruktur membutuhkan perhatian dan perencanaan yang matang.
“Kabupaten Pati memiliki tantangan infrastruktur yang cukup kompleks karena wilayahnya luas dan memiliki karakteristik yang beragam. Kondisi ini membutuhkan pembangunan yang benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang masih banyak dikeluhkan masyarakat yakni kerusakan ruas jalan kabupaten, terutama jalur penghubung antar kecamatan dan sentra ekonomi rakyat.
Menurutnya, kerusakan jalan berdampak langsung terhadap distribusi hasil pertanian, mobilitas masyarakat, hingga meningkatnya biaya logistik.
“Kerusakan jalan tidak bisa dianggap persoalan biasa karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Selain menghambat aktivitas ekonomi, kondisi jalan rusak juga membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tegas Wardjono.
Selain jalan, ia juga menyoroti persoalan drainase dan banjir musiman yang masih terjadi di sejumlah wilayah akibat sedimentasi sungai dan sistem drainase yang belum optimal.
“Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya normalisasi sungai tetapi juga pembenahan sistem drainase agar aliran air lebih lancar saat musim hujan,” katanya.
Sebagai daerah agraris, Wardjono menilai keberadaan jaringan irigasi menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat petani di Kabupaten Pati.
“Irigasi yang baik akan mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Karena itu pembangunan dan perawatan jaringan irigasi harus menjadi prioritas,” imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil.
“Masyarakat desa juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses infrastruktur yang layak. Kami di DPRD terus mendorong agar pembangunan di Kabupaten Pati bisa merata hingga wilayah pelosok,” pungkasnya.
(ADV)













