Wakil Bupati Pati Buka Liga Desa Grup C 2025–2026 di Mojoagung

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, secara resmi membuka Liga Desa Grup C Tahun 2025–2026 di Lapangan Safin, Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Selasa (6/1/2026). Kompetisi ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan prestasi olahraga desa lintas daerah di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan bahwa Liga Desa Grup C diikuti oleh tujuh desa yang berasal dari tujuh kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Blora, Sragen, Grobogan, dan Rembang.

“Liga Desa Grup C ini diikuti oleh tujuh desa dari tujuh kabupaten di Jawa Tengah. Semoga pertandingan berjalan lancar dan menghasilkan juara yang nantinya akan kembali dipertandingkan di Boyolali,” ujar Chandra.

Menurutnya, Liga Desa bukan sekadar ajang pertandingan olahraga, melainkan menjadi wadah pembinaan atlet-atlet desa sekaligus sarana mempererat persaudaraan antardaerah. Ia berharap kompetisi ini mampu melahirkan talenta-talenta olahraga potensial yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

“Melalui kompetisi seperti ini, desa-desa memiliki ruang untuk menumbuhkan prestasi olahraga dan memperkuat kebersamaan lintas wilayah,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa dan Perdesaan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Farida Kurnianingrum, mengapresiasi Kabupaten Pati sebagai tuan rumah penyelenggaraan Liga Desa Grup C.

Menurut Farida, kegiatan tersebut sejalan dengan pengembangan konsep sport village tourism yang saat ini tengah didorong pemerintah.

“Ini menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi Kabupaten Pati dan diharapkan mampu memberikan nuansa baru dalam pengembangan sport village tourism,” ungkap Farida.

Ia menambahkan bahwa olahraga desa memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga memberikan nilai tambah sosial, ekonomi, dan budaya bagi desa.

“Olahraga dapat menjadi magnet penguatan ekonomi desa, tidak hanya dari fungsi olahraga, tetapi juga nilai sosial, ekonomi, dan budaya,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *