Demak — Kehadiran Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Dukuh Lengkong, Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, memberikan secercah harapan bagi warga yang telah berbulan-bulan terdampak banjir rob. Genangan air setinggi satu meter masih merendam sebagian besar permukiman di desa tersebut hingga kini.
Salah seorang warga, Supriyadi, menyambut positif kunjungan orang nomor dua di Jawa Tengah itu. Menurutnya, kehadiran Wakil Gubernur merupakan bentuk perhatian dan diharapkan membawa solusi konkret.
“Kehadiran Pak Wagub ini, kami harap ada solusi agar penanganannya segera dilakukan,” ujarnya di lokasi.
Supriyadi menambahkan, banjir rob yang melanda kampungnya telah berlangsung hampir tujuh bulan, menjadi yang terlama dalam beberapa tahun terakhir. “Ketinggiannya 1 meter di dalam rumah. Semoga segera dipompa,” katanya penuh harap.
Dalam kunjungannya, Taj Yasin tidak hanya meninjau kondisi banjir, tetapi juga menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga terdampak dan membagikan mainan kepada anak-anak. Tawa riang anak-anak yang menerima mainan menciptakan suasana haru dan menjadi pelipur lara di tengah krisis yang berkepanjangan.
Wakil Gubernur menegaskan bahwa penanganan banjir rob di wilayah pesisir seperti Sayung harus dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Ia menginstruksikan pengoperasian pompa air milik Dinas Pusdataru maupun BPBD untuk mempercepat surutnya genangan.
“Salah satu upaya mengendalikan air dengan mengerahkan pompa milik kita, baik milik Dinas Pusdataru maupun BPBD. Kita stand by-kan supaya air yang ada di permukiman masyarakat bisa keluar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Taj Yasin menyebut bahwa operasional pompa akan didukung dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) agar tidak terkendala kebutuhan bahan bakar.
“Yang paling utama untuk pompa adalah solarnya, kita biayai lagi nanti dari BTT maupun kita kerja samakan lagi nanti,” jelasnya.
Selain penggunaan pompa, Wagub juga menekankan pentingnya normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi rob yang kian sering terjadi akibat perubahan iklim dan penurunan muka tanah di wilayah pesisir.
Sumber: Humas Pemprov Jateng













