Minimnya Tenaga Penyuluh Pertanian di Wedarijaksa Jadi Sorotan DPRD Pati

  • Bagikan
banner 468x60

Pati, suarakabar.co.id – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PPP, Muslikan, menerima langsung aspirasi dari para tenaga Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Wedarijaksa terkait minimnya jumlah penyuluh yang tidak sebanding dengan besarnya beban kerja yang mereka emban. Keluhan ini disampaikan saat Muslikan melakukan kunjungan kerja di wilayah tersebut, baru-baru ini.

Para tenaga penyuluh mengungkapkan bahwa saat ini, setiap penyuluh harus mengampu 3 hingga 4 desa sekaligus. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, mengingat tugas mereka tidak hanya sebatas urusan administrasi, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada para petani.

Mereka berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Pati dapat mempertimbangkan penambahan tenaga penyuluh pertanian dengan ideal rasio 1 penyuluh untuk 1 desa pengampu. Dengan penambahan tenaga, diharapkan pelayanan dan pendampingan kepada petani dapat lebih maksimal dan efektif, sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Wedarijaksa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslikan, menyatakan keprihatinannya atas kondisi yang dialami para tenaga penyuluh. Ia menilai bahwa peran penyuluh pertanian sangat penting dalam memajukan sektor pertanian di Kabupaten Pati.

“Saya sangat memahami keluhan dari para tenaga penyuluh ini. Beban kerja yang terlalu berat tentu akan mempengaruhi kualitas pendampingan kepada petani. Sektor pertanian adalah salah satu tulang punggung perekonomian daerah kita, sehingga kesejahteraan dan efektivitas kerja para penyuluhnya harus menjadi perhatian serius,” tegas Muslikan.

Lebih lanjut, Muslikan berjanji akan meneruskan aspirasi ini kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pati. Ia juga berkomitmen untuk mengawal isu penambahan tenaga penyuluh ini hingga dapat direalisasikan.

“Kami di Komisi B akan membawa aspirasi ini ke forum yang lebih tinggi di tingkat pemerintah daerah. Kami akan terus mengawal agar ada kebijakan yang berpihak pada peningkatan jumlah tenaga penyuluh pertanian, demi kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Pati,” pungkasnya.

Diharapkan, dengan adanya perhatian dari DPRD Pati, keluhan para tenaga penyuluh pertanian di Kecamatan Wedarijaksa ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, sehingga ideal rasio penyuluh dan desa pengampu dapat terwujud.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *