PATI – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menyatakan bahwa Kabupaten Pati saat ini tengah menghadapi kondisi darurat sampah. Hal tersebut dipicu oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya.
Joni mengaku prihatin dengan kondisi tersebut dan menilai perlu adanya penanganan serius dari semua pihak. Menurutnya, fasilitas tempat pembuangan akhir (TPA) di Pati sebenarnya sudah cukup memadai dan juga mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.
“Di Pati, TPAnya besar, kita juga selalu dibantu pusat, jadi masyarakat harus bisa membuang sampah pada tempatnya,” ujar Joni.
Ia juga mencontohkan kondisi di Kudus yang turut mengalami persoalan serupa terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, hal itu bisa menjadi pelajaran penting bagi masyarakat Pati agar lebih peduli terhadap lingkungan.
“Kita lihat di Kudus, mereka juga mengalami masalah yang sama. Jadi, kita harus belajar untuk sadar lingkungan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Joni menekankan bahwa kesadaran menjaga kebersihan lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.
“Sadar untuk membuang sampah harus dimulai dari diri kita dan anak-anak, jadi harus sadar lingkungan,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat Pati semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan meningkatnya kesadaran tersebut, diharapkan Kabupaten Pati dapat terhindar dari permasalahan darurat sampah yang semakin serius.
Selain itu, Joni juga meminta pemerintah daerah untuk terus meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah, mulai dari penyediaan tempat pembuangan yang memadai hingga sistem pengangkutan sampah yang lebih efektif.
“Dengan kesadaran masyarakat dan dukungan pemerintah, diharapkan Pati dapat mengatasi masalah darurat sampah dan menjadi kota yang lebih bersih dan sehat,” pungkasnya.
(ADV)













