Kepala Dapur SPPG Tlogowungu 1 Apresiasi Aksi Warga, Tegaskan Menu Sesuai Aturan

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Warga Tlogowungu di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tlogowungu 01, Kabupaten Pati, Jumat (27/2/2026), mendapat tanggapan langsung dari pihak pengelola.

Aksi tersebut mempertanyakan kesesuaian menu dan harga makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat.

Kepala Dapur SPPG Tlogowungu 01 dari Yayasan Cahaya Erlangga Khatulistiwa 01, Viki Ardiyan Listiyanto, menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam aksi tersebut.

“Saya bertanggapan aspirasi masyarakat pada hari ini, saya akui jempol, karena sudah mengapresiasikan apa yang mereka pikirkan. Saya berterima kasih pada masyarakat yang sudah mengkritik, usul dan saran. Saran dan kritikan saya terima,” ujarnya.

Sebagai Kepala SPPG, Viki juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses komunikasi terdapat hal yang kurang berkenan.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Dan saya meminta permohonan maaf apabila ada tutur kata saya yang kurang berkenan di hati masyarakat dan juga teman-temannya,” tambahnya.

Terkait tudingan ketidaksesuaian harga dan menu, ia menegaskan bahwa seluruh proses telah berjalan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

“Siap, sudah sesuai. Semuanya sudah sesuai. Pertanggungjawaban kita juga sudah sesuai aturan. Itu pagu Rp7.900 dapur kita. Kita tidak meninggikan HET. Kita ada pagu dari Disperindag Pati. Kita tidak bisa melebihi harga Disperindag,” tegasnya.

Viki menjelaskan, dapur SPPG Tlogowungu 01 saat ini melayani pendistribusian untuk 35 sekolah. Namun, sebagai bentuk penghormatan terhadap aksi warga, pihaknya sempat menghentikan operasional sementara.

“Saya ada 35 sekolah mas, hari ini masih ada pendistribusian. Tapi saya menghormati rekan-rekan sekolah dan masyarakat. Kami menghentikan operasional terlebih dahulu untuk sebentar,” jelasnya.

Meski demikian, ia berharap pendistribusian dapat kembali dilanjutkan mengingat kebutuhan para penerima manfaat yang harus segera terpenuhi.

“Tapi ini saya mohon untuk lanjut ke pendistribusian lagi karena kita juga dikejar-kejar tim penerima pemanfaat,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *