JAKARTA – Israel mengumumkan telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat. Di tengah serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan sudah tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan serangan itu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman terhadap negaranya.
“Negara Israel melancarkan serangan pendahuluan pada Iran untuk menghilangkan ancaman pada Israel,” kata Katz, dikutip dari Reuters, Sabtu (28/2/2026).
Pejabat pertahanan Israel mengungkapkan bahwa operasi militer tersebut telah direncanakan selama berbulan-bulan. Rencana itu disebut telah dikoordinasikan dengan Amerika Serikat, termasuk dalam penentuan waktu pelaksanaan serangan.
Media The New York Times yang mengutip pejabat AS melaporkan bahwa serangan terhadap Iran tengah berlangsung. Sementara itu, laporan media Iran menyebutkan ledakan terdengar di Tehran.
Di pihak Israel, sirene peringatan terdengar di berbagai wilayah pada pukul 08.15 waktu setempat sebagai antisipasi kemungkinan serangan balasan berupa rudal. Militer Israel juga mengumumkan penutupan sekolah dan tempat kerja, kecuali sektor-sektor vital. Wilayah udara Israel ditutup untuk penerbangan sipil, dan otoritas bandara meminta masyarakat tidak mendatangi bandara mana pun.
Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik antara AS dan Iran yang sebelumnya kembali diperbarui pada Februari lalu untuk menyelesaikan perselisihan panjang, termasuk mencegah konfrontasi militer. Namun, Israel menegaskan kesepakatan kedua negara tersebut harus mencakup pembongkaran infrastruktur nuklir di Teheran, bukan sekadar penghentian proses pengayaan uranium.
Israel juga disebut melobi Washington agar pembatasan program rudal Iran dimasukkan dalam agenda negosiasi.
Presiden AS Donald Trump mengakui keterlibatan militer negaranya dalam operasi besar di Iran. Dalam sebuah video yang diunggah di platform Truth Social, Trump meminta Garda Revolusi Islam untuk menyerahkan senjata.
“Anda akan diperlakukan secara adil dengan kekebalan total atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti,” ujar Trump, dikutip dari The Guardian, Sabtu (28/2/2026).
Trump juga menuding Iran berupaya membangun kembali program nuklirnya serta mengembangkan rudal jarak jauh yang dinilai mengancam AS dan negara lain. Ia menegaskan bahwa AS akan menghancurkan industri rudal Iran dan melumpuhkan kekuatan angkatan lautnya.
Hingga berita ini diturunkan, sambungan seluler dan internet di Iran dilaporkan mati total. Serangan rudal disebut mengarah ke kota Tehran dan Isfahan, yang dikenal sebagai salah satu pusat fasilitas strategis Iran. Situasi di kawasan tersebut masih berkembang.













