Ditemukan di Tempat Sampah, Bayi Perempuan Kini Dapat Penanganan Layak di RS Mitra Bangsa

  • Bagikan
banner 468x60

PATI — Warga Perumahan Puri Baru Permai, Kecamatan Pati, digemparkan dengan penemuan seorang bayi perempuan pada Senin sore. Bayi tersebut ditemukan dalam keadaan masih memiliki tali pusat dan ari-ari, lalu segera dibawa warga ke IGD Rumah Sakit Mitra Bangsa untuk mendapatkan pertolongan medis.

Direktur RS Mitra Bangsa, drg. Hendrianto Trisnowibowo, MARS., membenarkan kejadian tersebut Selasa (9/12/2025). Ia menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan tindakan medis setelah bayi tiba di rumah sakit.

“Kemarin sore kami menerima seorang bayi yang ditemukan di wilayah Puri. Bayi tersebut diantar ke IGD RS Mitra Bangsa dalam kondisi masih memiliki tali pusat dan ari-ari. Di rumah sakit, kami langsung melakukan pemotongan tali pusat serta memberikan perawatan layaknya bayi yang baru dilahirkan,” jelasnya.

Saat ini, bayi tersebut dirawat di ruang perinatal dalam kondisi sehat dan bersih. Menurut dokter anak yang menangani, sebenarnya bayi sudah memungkinkan untuk dipulangkan, namun proses tersebut harus menunggu langkah lanjutan dari pihak berwenang.

“Kami sudah melaporkan kasus ini ke kepolisian. Tadi juga ada petugas dari Polresta Pati yang datang untuk melihat kondisi bayi. Kami sampaikan bahwa bayi dalam keadaan sehat, dan selanjutnya kami menunggu proses dari Polres,” tambah Hendrianto.

Pihak rumah sakit juga menerima kunjungan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati, dr. Aviani, yang memastikan kondisi bayi sekaligus menyiapkan langkah penanganan selanjutnya.

“dr. Aviani menyampaikan bahwa karena bayi ini tidak memiliki identitas, maka statusnya nanti akan menjadi anak negara dan akan diproses sesuai prosedur,” terang Hendrianto.

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut diketahui memiliki berat 2.355 gram atau sekitar 2,3 kilogram dan panjang 47 cm. Melihat kondisi tali pusat dan ari-ari saat ditemukan, diperkirakan bayi baru berusia kurang dari 12 jam.

Pihak Dinas Sosial juga melaporkan bahwa sudah ada sekitar 20 orang yang menyatakan minat untuk mengadopsi bayi tersebut. Namun seluruh proses pengajuan akan melalui mekanisme satu pintu, sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Koordinator Marketing RS Mitra Bangsa, dr. Rizky Dewi Kencana, MD, menegaskan bahwa rumah sakit tetap menjalankan fungsi sosialnya dalam memberikan pelayanan tanpa memandang identitas pasien.

“Kami menjalankan tugas rumah sakit sesuai peran kami, yaitu melayani setiap pasien tanpa memandang identitas maupun kondisi apa pun. Dengan sumber daya yang kami miliki, kami siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Pati dan sekitarnya,” ujarnya.

Karena belum ada pihak yang bertanggung jawab atas bayi tersebut, seluruh kebutuhan dasar bayi sementara ditanggung oleh pihak RS Mitra Bangsa, termasuk pemenuhan susu formula.

Kasus ini kini masih dalam penanganan kepolisian serta pendampingan dari Dinas Sosial untuk menentukan langkah perlindungan dan penanganan selanjutnya bagi sang bayi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *