Banjir Bandang Rusak Tujuh Tanggul di Pati, DPUTR Lakukan Perbaikan Darurat

  • Bagikan
banner 468x60

PATI, suarakabar.co.id- Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Pati mengakibatkan bencana banjir bandang di sejumlah wilayah. Dampaknya, sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan, termasuk tanggul di sepanjang aliran sungai.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Widyotomo Kusdiyanto, menyampaikan bahwa terdapat tujuh hingga delapan titik tanggul yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Kemarin ada beberapa lokasi tanggul jebol seperti di Bulumanis Kidul dan beberapa tanggul di wilayah Margoyoso. Kemudian ada juga di Ngurenrejo, Ngurensiti, Pagerharjo, mungkin total ada sekitar tujuh sampai delapan tanggul yang mengalami kerusakan,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui DPUTR bergerak cepat melakukan penanganan sementara. Perbaikan tanggul dilakukan secara manual dengan metode semi permanen.

Widyo menjelaskan, penanganan dilakukan dengan menambal bagian tanggul yang jebol menggunakan karung berisi pasir, tanah, serta pecahan genteng yang diperkuat dengan trucuk bambu.

“Masih manual, belum permanen karena sifatnya darurat, kita pakai itu,” paparnya.

Ia menambahkan, perbaikan infrastruktur tanggul yang rusak akibat banjir bandang tersebut menggunakan dana Biaya Tidak Terduga (BTT). Dana ini dialokasikan untuk penanganan sarana dan prasarana yang memiliki tingkat urgensi tinggi.

“Anggarannya nanti kalau ada perubahan APBD yang urgen berapa lewat BTT,” ungkapnya.

Meski demikian, Widyo mengakui bahwa perbaikan semi permanen tersebut belum tentu mampu bertahan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, DPUTR Kabupaten Pati berencana melakukan perbaikan secara permanen ke depannya.

“Semoga mampu menahan di tengah hujan dengan intensitas tinggi. Kalau jangka waktu satu tahun, selama tidak ada material lain seperti kayu-kayu dari banjir, saya kira masih mampu bertahan. Namun untuk dua hingga tiga tahun ke depan harus permanen,” terangnya.

Diketahui, banjir bandang yang terjadi di wilayah Bumi Mina Tani turut membawa material berukuran besar seperti bongkahan kayu, bambu, hingga akar pohon, yang memperparah kerusakan tanggul.

Dalam waktu dekat, DPUTR Kabupaten Pati akan memprioritaskan perbaikan permanen tanggul yang berada di dekat permukiman penduduk. Selanjutnya, perbaikan akan dilakukan pada tanggul yang berada di area persawahan maupun lokasi lainnya.

“Kemarin ada dana dari BNPB untuk perbaikan permanen sekitar Rp45 miliar secara keseluruhan. Kita akan buat skala prioritas mana yang paling mendesak,” pungkas Widyo.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *