Anggota DPRD Pati Soroti Minimnya Teknologi Pertanian di Kabupaten Pati

  • Bagikan
banner 468x60

Pati, suarakabar.co.id – Minimnya ketersediaan teknologi pertanian modern di Kabupaten Pati menjadi sorotan serius dari Anggota DPRD Pati Komisi B, Sudi Rustanto. Ia menilai, sektor pertanian di Pati masih tertinggal dibandingkan kabupaten lain dan mendesak adanya pembaruan alat-alat pertanian.

“Memang di Kabupaten Pati ini masih kekurangan teknologi alat pertanian terbaru ya, jadi perlu diperbarui untuk alat teknologi pertaniannya karena masih tertinggal dengan kabupaten lainnya,” ujar Sudi Rustanto.

Salah satu contoh yang disorot adalah keterbatasan alat pengering atau dryer, khususnya untuk komoditas jagung. Menurutnya, kurangnya fasilitas ini membuat petani kesulitan saat menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Seperti ya dryer (pengering), khususnya jagung ini juga masih kurang. Jadi petani ini ya mungkin mendung dan sebagainya, ya iklim juga mempengaruhi harga jual jagung,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan dryer sangat penting untuk menjaga kualitas hasil panen, khususnya jagung, agar memenuhi standar yang dapat dibeli oleh Bulog.

“Jika cuaca mendung tapi jagung bisa masuk ke dryer dengan kadar air (KA) 14, Bulog berani beli harga jagung Rp 5.500,” tegas anggota Fraksi PDIP tersebut.

Sudi berharap pemerintah daerah lebih serius dalam mengembangkan sektor pertanian, termasuk menyediakan teknologi pendukung yang memadai guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Pati.

(ADV)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *