AMPB Rayakan Status Tersangka Sudewo dengan Kembang Api

  • Bagikan
banner 468x60

PATI – Suasana Alun-Alun Simpang Lima Pati mendadak riuh pada Selasa malam (20/1/2026). Tepat pukul 21.05 WIB, dentuman kembang api bersahutan memecah keheningan malam, disusul kepulan asap merah dari flare yang menyelimuti lapangan hijau di jantung Kota Pati.

Aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Mereka berpesta kembang api sebagai bentuk ekspresi kegembiraan atas penetapan status tersangka terhadap Bupati Pati, Sudewo, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Salah satu tokoh AMPB, Sutikno yang akrab disapa Paijan Jawi, menegaskan bahwa aksi menyalakan kembang api itu bukan sekadar euforia tanpa makna. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur atas langkah tegas KPK dalam mengusut dugaan praktik jual-beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati.

“Ini rasa syukur kami karena Bapak Bupati Sudewo sudah ditetapkan sebagai tersangka. Saya ingin berterima kasih kepada KPK karena sudah menunjukkan kalau hukum itu memang harus adil dan tidak boleh tebang pilih,” ujar Paijan di sela-sela aksi.

Paijan mengungkapkan, aksi tersebut juga menjadi penunaian janji atau nazar lama. Ia mengenang pesan dari rekan seperjuangannya, Supriyono alias Botok, yang saat ini masih menjalani hukuman penjara terkait kasus pemblokiran Jalan Pantura saat aksi unjuk rasa.

Dahulu, lanjut Paijan, mereka sempat berencana merayakan pemakzulan Sudewo dengan petasan. Namun rencana itu urung terlaksana setelah mereka merasa dikhianati oleh proses politik di tingkat DPRD Pati.

Meski langit malam dihiasi warna-warni kembang api, Paijan mengaku masih menyimpan rasa getir. Di balik senyum syukurnya, ia tetap memikirkan nasib Botok yang hingga kini masih berada di balik jeruji besi.

“Hati senang tapi juga sedih. Sedihnya karena Mas Botok masih dipenjara. Harapan saya, Mas Botok bisa segera dibebaskan,” tuturnya sambil memegang suar yang menyala merah.

Menatap masa depan Kabupaten Pati, Paijan menitipkan pesan kepada Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, yang berpeluang menggantikan posisi Sudewo. Ia berharap kepemimpinan ke depan mampu membawa perubahan nyata, terutama dalam hal transparansi pengelolaan anggaran daerah.

Ia menegaskan agar uang rakyat benar-benar dikembalikan untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir pejabat.

Aksi yang berlangsung singkat tersebut diakhiri dengan membersihkan sampah sisa kembang api di sekitar lokasi. Di akhir pernyataannya, Paijan menegaskan bahwa AMPB akan terus mengawal proses hukum yang menjerat Botok dan Teguh Istiyanto di pengadilan.

Ia memastikan dirinya bersama rekan-rekan AMPB akan terus memantau perkembangan kasus tersebut hingga tuntas.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *