Omah Lowo Solo Bangkit sebagai Rumah Heritage Batik Keris, Simbol Sejarah dan Warisan Budaya

  • Bagikan
Screenshot
banner 468x60

SOLO — Bangunan kuno bersejarah yang dahulu dikenal dengan nama Omah Lowo kini bangkit dengan wajah baru sebagai Rumah Heritage Batik Keris. Terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 1, Bumi, Laweyan, Surakarta, bangunan ini menyimpan jejak panjang sejarah Solo dan Indonesia.

Dibangun pada tahun 1920, Omah Lowo dulunya merupakan kediaman saudagar kaya asal Belanda, Shie Djian Ho. Nama Omah Lowo sendiri muncul karena dulunya rumah ini terbengkalai dan dipenuhi kelelawar, menciptakan kesan angker dan misterius. Namun, di balik kesan tersebut, bangunan ini pernah memainkan peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Ketika agresi militer Belanda dan Inggris melanda, Omah Lowo sempat dijadikan tempat persembunyian tentara Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, rumah tersebut beralih fungsi menjadi Gedung Veteran, Kantor Haji, hingga Kamar Dagang Kota Solo.

Selama puluhan tahun, bangunan ini sempat dibiarkan terbengkalai. Namun, pada tahun 2016, generasi keturunan dari Shie Djian Ho, Handianto Tjokrosaputro yang juga menjabat sebagai Direktur PT Batik Keris mengambil alih pengelolaannya. Renovasi besar-besaran dilakukan pada tahun 2017, dengan tetap menjaga keaslian arsitektur kolonial yang khas.

Akhirnya, pada tahun 2020, Omah Lowo resmi dibuka kembali dengan nama baru Rumah Heritage Batik Keris. Kini, tempat ini menjadi destinasi wisata budaya yang menyuguhkan perpaduan sejarah, seni, dan estetika.

Pengunjung yang datang bisa melihat koleksi batik khas Batik Keris, menjelajahi ruang-ruang klasik yang kaya nilai sejarah, sekaligus menikmati pengalaman visual di berbagai spot foto berlatar bangunan kuno. Selain itu, informasi sejarah terkait perjalanan rumah ini dari masa ke masa juga tersedia untuk memperkaya pengetahuan pengunjung.

Rumah Heritage Batik Keris buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB dan menjadi salah satu magnet wisata baru di Kota Solo, terutama bagi pencinta sejarah, budaya, dan fotografi.

Dengan wajah barunya, Omah Lowo kini tidak lagi menjadi tempat yang menyeramkan, melainkan berubah menjadi ikon warisan budaya yang hidup dan menyala kembali dalam ingatan masyarakat. Kehadirannya menambah khazanah wisata sejarah Kota Solo yang terus tumbuh dan berkembang.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *