6 Dukuh Desa Sukoharjo Guyub Jadi 1 di Kirab Budaya Sedekah Bumi

  • Bagikan
banner 468x60

Pati – Perayaan Sedekah Bumi di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, berlangsung meriah pada Minggu (18/05/2025). Kegiatan ini dimeriahkan dengan Kirab Budaya yang melibatkan partisipasi dari enam dukuh yang ada di desa tersebut.

Warga terlihat sangat antusias mengikuti dan menyaksikan jalannya kirab yang dimulai dari masing-masing dukuh dan berakhir di Balai Desa Sukoharjo. Suasana penuh semangat dan kebersamaan tampak jelas sepanjang jalannya acara.

Dalam kirab tersebut, berbagai hasil bumi khas dari tiap-tiap dukuh diarak sebagai bentuk syukur atas hasil panen dan keberkahan alam. Tak hanya itu, penampilan marching band dari MTS Islam Pati, kesenian Barong Cikar Sukoharjo, serta Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dari SD Sukoharjo turut memeriahkan rangkaian acara.

Kepala Desa Sukoharjo, Harsono, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini semakin mempererat hubungan antarwarga serta membawa berkah dan kemakmuran bagi desa.

“Dengan adanya kegiatan Sedekah Bumi, harapan kami hanya satu: untuk kerukunan, persatuan, dan kesatuan warga Sukoharjo. Semoga lebih barokah dan desa kita menjadi makmur, Gemah Ripah Loh Jinawi,” ujar Harsono.

Harsono juga memberikan apresiasi atas kreativitas masyarakat dalam menyukseskan acara tahunan ini.

“Saya sangat mengapresiasi antusiasme dan kreativitas masyarakat, terutama para pemuda yang mampu menyatu dan menunjukkan semangat kebersamaan di depan Kantor Desa Sukoharjo,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa kirab budaya ini bukan hanya sebuah hiburan, namun juga bagian dari pelestarian budaya warisan leluhur yang harus dijaga.

“Tujuan dari kirab budaya ini adalah untuk meneruskan budaya leluhur-leluhur kita,” tegas Harsono.

Adapun peserta kirab merupakan warga dari delapan RW atau 6 dukuh yang ada di Desa Sukoharjo, di antaranya Dukuh Jagan, Cacah, Gemiring, Gambiran, Gebyaran, dan Godok.

Acara kirab budaya ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antarwarga dan menguatkan identitas budaya lokal yang adiluhung.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *